ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT SERTIFIKASI LEGALITAS KAYU BAGI INDUSTRI FURNITUR KAYU

Siti Nurkomariyah(1*), Dodik Ridho Nurrochmat(2), Muhammad Firdaus(3),


(1) Politeknik APP Jakarta
(2) Politeknik APP Jakarta
(3) Politeknik APP Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan manfaat sertifikasi legalitas kayu pada industri furnitur kayu. Pengambilan data primer melalui teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Pemilihan responden dengan cara cluster sampling berdasarkan skala usaha: kecil, menengah dan besar.  Sumber data sekunder diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, artikel ilmiah dan referensi lainnya yang relevan. Identifikasi biaya meliputi biaya langsung dan tidak langsung. Manfaat sertifikasi juga diklasifikasikan menjadi manfaat langsung dan tidak langsung. Kami membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh industri setelah memiliki sertifikat legalitas kayu (B/C ratio). Industri skala besar mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada industri skala kecil dan menengah. Kebijakan ini belum memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada produsen furnitur kayu. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengevaluasi implementasi kebijakan ini di setiap rantai pasok industri kehutanan serta dan meningkatkan proses pendampingan dan pemberian fasilitas pembiayaan kepada industri skala kecil dan menengah.

 

Kata Kunci: furniture kayu, sertifikasi legalitas kayu, B/C ratio, v-legal

 

 

ABSTRACT

 

This study analyzes the costs and benefits of timber legality certification in the wooden furniture industry. Primary data collects through interview techniques and questionnaires. We select the respondents using the cluster sampling method based on the small, medium, and extensive business scales. Secondary data sources were obtained from the Ministry of Environment and Forestry, Ministry of Trade, Ministry of Industry, Indonesian Bank, scientific articles, and other relevant references. Cost identification includes direct and indirect costs. The benefits of certification are also classified into direct and indirect benefits. We compare the costs incurred with the benefits obtained by the industry after obtaining a timber legality certificate (B/C ratio). Large-scale industries get more incredible benefits than small and medium-scale. This policy still needs to provide social and economic benefits to wood furniture producers. Therefore, the government needs to evaluate the implementation of this policy in every forestry industry supply chain and improve the process of mentoring and providing financing facilities to small and medium-scale industries.

 

Keyword: wooden furniture, timber legality certification, B/C ratio, v-legal


Full Text:

PDF

References


Y. Miniarti, Y. M.A. Wardhana, and C. Abdini, “Keberhasilan SVLK Dalam Mendukung Perbaikan Tata Kelola Kehutanan,” J. Anal. Kebijak. Kehutan., vol. 15, no. 1, pp. 55–66, 2018.

A. Maryudi, A. A. Pratama, and D. Laraswati, Menakar Pengakuan Dunia: Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (Svlk) Indonesia. 2021.

M. Ekananda, “Dampak Implementasi Regulasi Tentang Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) terhadap Ekspor Produk Industri Kehutanan Indonesia,” J. Penelit. Kehutan. Faloak, vol. 3, no. 2, pp. 101–116, 2017, doi: 10.20886/jpkf.2019.3.2.101-116.

S. Nurkomariyah, M. Firdaus, and D. R. Nurrochmat, “Transformasi Regulasi Sertifikasi Legalitas Kayu,” Risal. Kebijak. Pertan. DAN Lingkung. Rumusan Kaji. Strateg. Bid. Pertan. dan Lingkung., vol. 3, no. 3, p. 262, 2017, doi: 10.20957/jkebijakan.v3i3.17250.

H. . S. Astana, S.; Obindzinki , K.; Riva, W.F..; Hardiyanto, G.; Komarudih, “Implikasi Biaya dan Manfaat Pelaksanaan SVLK Terhadap Sektor Perkayuan Skala Kecil,” 2019.

B. Juanda, Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Kedua. Bogor: IPB Press, 2009.

W. Dunn, Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Jakarta: Gadjahmada University Press, 2003.

E. Anggraeni, “Perancangan strategi kolaborasi pengadaan barang pada anak perusahaan Pertamina Direktorat Gas,” IPB University, 2016.

J. Schreiber and J. Vincent, “A Cost Benefit Analysis of Forest Certification at The Forestland Group,” Duke University, 2012.

I. Ota, M. Kamakura, and M. Konoshima, “Price premiums for certified wood products in Japan: A case study on cutting boards made of Japanese Cypress (Chamaecyparis obtusa),” Small-scale For., 2022, doi: 10.1007/s11842-022-09516-w.

C. Henrichson, “Using Cost-Benefit Analysis for Justice Policymaking,” 2014.


Abstract : 10 views. PDF : 1 views.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Index :