ANALISIS INTRA INDUSTRY TRADE PADA INDUSTRI REFRIGERATORS PADA 10 PARTNER DAGANG INDONESIA

Intan Maria Lewiayu Virke(1*), Syaiful Ahmar(2), Achmad Sanusi(3),


(1) Politeknik APP Jakarta, Jl. Timbul no 34 Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12630, Indonesia
(2) Politeknik APP Jakarta, Jl. Timbul no 34 Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12630, Indonesia
(3) Politeknik APP Jakarta, Jl. Timbul no 34 Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12630, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Pentingnya perdagangan internasional dalam konteks produk refrigerator menjadikan Intensitas Perdagangan Intra-Industri (IIT) sebagai instrumen yang sangat relevan. Dalam pengambilan kebijakan perdagangan internasional, terutama terkait produk refrigerator, IIT menjadi metode esensial untuk memahami dinamika ekonomi global, pola perdagangan, dan hubungan dagang antara Indonesia dengan mitra dagangnya. Penggunaan IIT dapat memberikan wawasan mendalam tentang sejauh mana terjadi pertukaran barang sejenis atau sejenis namun berbeda di antara negara-negara yang terlibat dalam perdagangan produk refrigerator. Oleh karena itu, fokus permasalahan dalam konteks ini adalah sejauh mana industri refrigerator Indonesia bergantung pada 10 mitra dagang dalam hal ekspor dan impor produk refrigerator serta bagaimana tingkat ketergantungan ini mempengaruhi stabilitas industri dalam menghadapi perubahan kondisi perdagangan global. Pada ekspor, India menjadi mitra dagang utama dengan kontribusi signifikan mengindikasikan ketergantungan yang perlu mendapat perhatian khusus. India juga mencuat sebagai pemasok utama, meskipun dengan tingkat ketergantungan yang lebih rendah. Untuk mengurangi risiko ketergantungan pada mitra dagang tertentu, diversifikasi pasar ekspor dan impor perlu diperhatikan. Analisis IIT juga dapat memberikan wawasan tentang daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Keberhasilan ekspor dapat ditingkatkan dengan memahami dinamika perdagangan intra-industri.

 

Keywords: Perdagangan Intra-Industri (IIT), Grubel-Lloyd Index, industry elektronika, refrigerator


Full Text:

PDF

References


J. H. Bergstrand and P. Egger, “Trade costs and intra-industry trade,” Rev. World Econ., vol. 142, no. 3, pp. 433–458, 2006, doi: 10.1007/s10290-006-0075-7.

A. H. Hendy, F. Firmansyah, and W. Wahyu, “The Intra-Industry Trade of Palm Oil Commodity between Indonesia and Malaysia,” E3S Web Conf., vol. 73, pp. 10–12, 2018, doi: 10.1051/e3sconf/20187310011.

A. R. Bato, “Perdagangan Intra Industri Indonesia Dengan Beberapa Negara Partner Dagang,” EcceS (Economics, Soc. Dev. Stud., vol. 1, no. 1, pp. 28–40, 2014, [Online]. Available: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/ecc/article/view/1181.

H. Jošić and B. Žmuk, “Intra-industry trade in Croatia: Trends and determinants,” Croat. Econ. Surv., vol. 22, no. 1, pp. 5–39, 2020, doi: 10.15179/ces.22.1.1.

K. Pawlak and J. Lukasiewicz, “Does intra-industry specialisation enhance or limit comparative advantage? Evidence from the world citrus fruit trade,” Agric. Econ. (Czech Republic), vol. 68, no. 9, pp. 338–347, 2022, doi: 10.17221/163/2022-AGRICECON.

L. Hellvin, “Vertical intra-industry trade between China and OECD countries,” OECD Work. Pap., vol. 114, no. 4, no 73, p. 37 p., 1996.

R. M. Putri, A. Rifin, and Erwidodo, “Analisis Perdagangan Intra Industri Regional Comprehensive Economic Partnership (Rcep) Pada Produk Pertanian,” Bul. Ilm. Litbang Perdagang., vol. 15, no. 2, pp. 181–208, 2021, doi: 10.30908/bilp.v15i2.570.

Hermanto, “Perdagangan Intra-Industri Indonesia,” J. Ekon. Pembang. Kaji. Ekon. Negara Berkembang, vol. 7, no. 1, pp. 57–70, 2002.

I. M. L. Vierke, D. Budhi, A. Sanusi, and S. Ahmar, “Analysis of Fiscal Incentive Policies in The Electronic Industries Using Regulatory Impact Analysis (RIA),” JSRET, vol. 2, no. 1, pp. 288–306, 2023.

Pusdatin Kemenperin, “Tantangan Peningkatan Kinerja Industri Elektronika di Indonesia,” Kementeri. Perindustrian, vol. Edisi V, 2021.

H. Prabowo and H. Putra, “Analisis Dampak Pemanfaatan Kebijakan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (Bmdtp) Terhadap Produktivitas Sektor Industri Tertentu,” pp. 113–123, 2015.

L. Almamalik and P. P. Ganesha, “Model Daya Saing Porter Industri Elektronika Dan Telematika,” no. October, 2020.

N. V. Galistcheva and E. V. Nebolsina, “The u.S. and china in india’s foreign economic policy: In quest of balance for maintaining strategic autonomy,” Vestn. Rudn. Int. Relations, vol. 21, no. 2, pp. 304–324, 2021, doi: 10.22363/2313-0660-2021-21-2-304-324.

J. Tampubolon and T. S. Nababan, “ASEAN’s Factory Economy in the Fourth Industrial Revolution Era1,” Econ. Reg., vol. 18, no. 1, pp. 49–63, 2022, doi: 10.17059/ekon.reg.2022-1-4.

M. E. Lovely and D. R. Nelson, “Marginal intraindustry trade and labor adjustment,” Rev. Int. Econ., vol. 8, no. 3, pp. 436–447, 2000, doi: 10.1111/1467-9396.00233.

L. Petersson, “Integration and intra-industry trade adjustment in South Africa,” Dev. South. Afr., vol. 19, no. 2, pp. 239–259, 2002, doi: 10.1080/03768350220132468.

N. Banik and M. Kim, “India–Republic of Korea CEPA: Assessment and Future Path,” Economies, vol. 10, no. 5, 2022, doi: 10.3390/economies10050104.

A. G. Isemonger, “The estimation of intra-industry trade in South Africa,” Dev. South. Afr., vol. 17, no. 1, pp. 53–63, 2000, doi: 10.1080/03768350050003406.


Abstract : 67 views. PDF : 127 views.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Index :