REMOTE WORK, FLEXTIME, AND FOUR-DAY WORKWEEKS: MENGEVALUASI PERAN MEREKA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN

Authors

  • rinandita wikansari Dept. of International Trade for ASEAN and China, Politeknik APP Jakarta
  • Christian Kuswibowo Dept. of Marketing Management of Electronic Industry, Politeknik APP Jakarta
  • Dony Firman Santosa Dept. of Human Resource Management, Politeknik Ketenagakerjaan
  • Athira Setira Adil Dept. of Human Resource Management, Politeknik Ketenagakerjaan

Abstract

Studi ini mengeksplorasi dampak kebijakan kerja fleksibel, termasuk kerja jarak jauh, waktu kerja fleksibel, dan empat hari kerja seminggu, terhadap produktivitas, kesejahteraan, dan kepuasan kerja karyawan. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, data dikumpulkan dari 300 responden melalui kuesioner dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang persepsi mengenai tantangan dan manfaat dari pengaturan kerja fleksibel. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mental dengan kebijakan kerja fleksibel, meskipun tantangan tetap ada dalam kolaborasi dan mempertahankan batasan kehidupan kerja. Hasil ini didukung oleh temuan FGD, yang mengungkapkan bahwa kerja jarak jauh dan empat hari kerja seminggu membantu mengurangi stres, sementara fleksibilitas yang berlebihan dalam waktu kerja fleksibel dapat mengaburkan batas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Implikasi studi ini mencakup rekomendasi bagi perusahaan untuk merancang kebijakan kerja fleksibel yang menyeimbangkan efisiensi dan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini juga membuka jalan bagi studi kualitatif lebih lanjut untuk memahami dinamika kebijakan kerja fleksibel di berbagai sektor industri.

Published

2024-12-31