OPTIMALISASI PROSES PRODUK HALAL DALAM LOGISTIK DI INDONESIA: TANTANGAN, SOLUSI KONTAMINASI, BIAYA SERTIFIKASI, DAN SOSIALISASI

Authors

  • Wynd Rizaldy Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN No. 2 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta,13410, Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka Pulo Gadung, Jakarta, 13220, Indonesia
  • Prasadja Ricardianto Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN No. 2 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta,13410, Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka Pulo Gadung, Jakarta, 13220, Indonesia
  • Siti Aniisah Sholihah Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN No. 2 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta,13410, Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka Pulo Gadung, Jakarta, 13220, Indonesia
  • Bagus Sumargo Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN No. 2 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta,13410, Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka Pulo Gadung, Jakarta, 13220, Indonesia
  • Rizki Eri Utomo Asosiasi Halal Logistik Indonesia L'Avenue Office Tower 11th Floor Suite B Jl. Raya Pasar Minggu Kav 16, Jakarta, 12780, Indonesia

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan utama dalam implementasi Proses Produk Halal (PPH) pada sektor logistik di Indonesia, dengan fokus pada risiko kontaminasi, biaya sertifikasi yang tinggi, dan kurangnya sosialisasi logistik halal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi guna mengoptimalkan penerapan PPH pada pengiriman kargo udara. Metode yang digunakan meliputi analisis terhadap lima faktor risiko utama pada kontaminasi, biaya sertifikasi yang masih tinggi dan sosialisasi yang masih kurang. Kelima faktor tersebut terkait dengan prosedur penanganan yang tidak konsisten, penyimpanan bersama produk halal dan non-halal, keterbatasan pelatihan logistik halal, celah regulasi dan pengawasan, serta integritas kemasan selama transit. Temuan menunjukkan bahwa prosedur sertifikasi yang panjang, beban biaya yang tinggi terutama bagi perusahaan logistik berskala kecil, serta kurangnya infrastruktur khusus menjadi penghambat utama. Solusi yang ditawarkan mencakup penyederhanaan proses sertifikasi melalui digitalisasi, peningkatan pelatihan, subsidi bagi perusahaan logistik tersebut, serta kampanye edukasi nasional. Optimalisasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kontaminasi dan biaya sertifikasi, serta meningkatkan kesadaran logistik halal di Indonesia.

Published

2024-12-31