PEMILIHAN SUPPLIER MATERIAL PEMBUATAN DIES MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA PT BINTANG MATRIX INDONESIA
Abstract
Pemilihan supplier yang optimal merupakan salah satu elemen penting dalam pengelolaan rantai pasok yang efektif. Supply Chain Management (SCM) mencakup semua aktivitas yang terkait dengan perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi, dan pengelolaan logistik di seluruh jaringan pasokan. Dalam hal ini, evaluasi kinerja supplier menjadi komponen krusial untuk memastikan kelancaran aliran material dari pemasok ke perusahaan, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. PT Bintang Matrix Indonesia, keterlambatan pengiriman dan masalah dengan stok material dies menunjukkan bahwa rantai pasok mereka terganggu. Masalah ini menandakan adanya kesenjangan dalam kinerja supplier, yang bisa berdampak pada seluruh proses produksi. Dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP), perusahaan mencoba mengidentifikasi supplier yang paling sesuai dengan kriteria utama dalam SCM: kualitas produk, ketepatan pengiriman (delivery), harga, komunikasi yang efektif, dan stabilitas organisasi. Dalam analisis ANP ini, kriteria yang digunakan mencakup lima aspek penting dalam SCM: kualitas, delivery, harga, communication System, dan Organization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier adalah kualitas, dengan bobot tertinggi sebesar 0,0236. Subkriteria yang paling berpengaruh adalah kualitas barang, yang memperoleh bobot 0,0569. Dalam SCM, kualitas bahan baku yang tinggi sangat penting karena mempengaruhi kualitas akhir produk dan kelancaran proses produksi. Dengan menganalisis kinerja supplier berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, PT Sinar dinilai sebagai supplier terbaik dengan bobot 0,6120, menunjukkan bahwa mereka memiliki performa terbaik dalam mendukung kebutuhan material dies PT Bintang Matrix Indonesia. Pemilihan supplier yang tepat ini berkontribusi langsung terhadap efektivitas rantai pasok, dengan memastikan bahwa material yang dikirimkan sesuai dengan standar kualitas dan waktu yang dibutuhkan, sekaligus mengurangi risiko ketidaksesuaian stok dan harga yang tidak stabil.
