BAGAIMANA HARGA GAS BUMI TERTENTU (HGBT) MEMENGARUHI INDUSTRI NASIONAL?
Abstract
Gas bumi berperan penting dalam mendukung sektor manufaktur Indonesia, terutama industri padat energi seperti petrokimia, pupuk, dan semen. Melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) berdasarkan Perpres No. 40 Tahun 2016, pemerintah menetapkan harga gas khusus sebesar USD 6 per MMBTU untuk meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing industri. Penelitian ini menganalisis dampak HGBT terhadap produktivitas industri menggunakan data panel perusahaan penerima dan non-penerima HGBT periode 2015–2024 dengan model OLS, Fixed Effect (FE), dan Two-Way Fixed Effect (TWFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima HGBT memiliki nilai tambah sekitar 15% lebih tinggi dibandingkan non-penerima HGBT berdasarkan model OLS. Namun, efek tersebut tidak signifikan setelah dikontrol dengan FE dan TWFE, mengindikasikan adanya bias seleksi, yang mana dampak sebelumnya timbul bukan dikarenakan HGBT melainkan skala perusahaan yang besar dan produktif cenderung lebih mungkin mendapatkan akses HGBT. Dengan demikian, peningkatan produktivitas tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan kebijakan HGBT. Pemerintah disarankan meninjau ulang efektivitas kebijakan ini dan mempertimbangkan skema insentif berbasis kinerja untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan industri nasional.
Kata kunci: Gas bumi, HGBT, kebijakan energi, produktivitas industri
