Komparasi Kinerja Benang Baru dan Benang Rewinding pada Industri Tenun: Perspektif Kekuatan Benang, Efisiensi, dan Mutu Kain
Abstract
Industri tekstil membutuhkan bahan baku benang dengan konsistensi mutu tinggi untuk menjaga stabilitas proses produksi dan kualitas kain. Salah satu isu yang muncul adalah penggunaan benang rewinding sebagai alternatif benang pakan, yang diduga efisiensi mesin dan mutu kain. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan uji laboratorium (twist dan single strength), observasi angka putus benang pada mesin palet dan mesin tenun, serta evaluasi mutu kain berdasarkan grade. Data dianalisis menggunakan uji beda statistik (independent t-test dan Mann-Whitney) untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kedua jenis benang. Hasil pengujian menunjukkan benang pakan baru memenuhi seluruh standar kualitas, sedangkan benang rewinding mengalami kelebihan twist (24,74 TPI > standar 23,45 TPI) dan penurunan kekuatan tarik rata-rata sebesar 61 cN/tex. Pada mesin palet, benang rewinding mencatat 87 kali putus dibandingkan 75 kali pada benang baru; pada mesin tenun, putus pakan tercatat 16 kali pada benang rewinding dan 2 kali pada benang baru. Efisiensi rata-rata mesin lebih tinggi pada benang baru (82,46%) dibandingkan rewinding (77,64%). Mutu kain menunjukkan 97,51% grade tinggi pada benang baru, sementara benang rewinding hanya 36,43% dan lebih sering menyebabkan cacat pakan hilang. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan benang baru lebih unggul dalam menjaga efisiensi produksi dan kualitas kain, sementara benang rewinding berisiko meningkatkan kerugian produksi.
Kata kunci: benang rewinding, efisiensi mesin, kekuatan benang, mutu kain
