APLIKASI VALUE STREAM MAPPING DAN WASTE ASSESSMENT MODEL UNTUK PENURUNAN LEAD TIME PADA PROSES PERAKITAN KOMPONEN INTERIOR: STUDI KASUS PT LAKSANA BUS MANUFAKTUR
Abstract
PT Laksana Bus Manufaktur menghadapi tantangan signifikan dalam proses perakitan jok penumpang di divisi finishing dengan lead time mencapai 543,03 menit per unit dan efisiensi siklus proses hanya 51,64%, jauh di bawah target produksi dua unit per hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber pemborosan dan menurunkan lead time melalui penerapan Lean Manufacturing dengan kombinasi metode Value Stream Mapping, Waste Assessment Model, dan Value Stream Analysis Tools. Hasil identifikasi menemukan waste transportasi sebagai pemborosan dominan dengan nilai 18,37, terjadi pada aktivitas pengambilan dan pengantaran jok dari area penyimpanan jarak jauh, serta aktivitas pengaturan posisi jok berulang akibat kesalahan prosedur. Berdasarkan analisis akar masalah dengan Process Activity Mapping dan analisis 5W1H, rekomendasi utama perbaikan adalah pemindahan lokasi proses perakitan ke stasiun kerja dengan lokasi lebih strategis. Implementasi perbaikan berhasil menurunkan lead time menjadi 456,67 menit per unit dan meningkatkan nilai efisiensi siklus proses menjadi 61,88%, mencapai peningkatan efisiensi sebesar 10,24%. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penggabungan Value Stream Mapping dan Waste Assessment Model dalam mengidentifikasi dan meminimalkan pemborosan pada proses perakitan komponen interior kendaraan komersial, memberikan kontribusi praktis bagi industri karoseri dalam optimalisasi produktivitas melalui prinsip-prinsip Lean Manufacturing.
Kata kunci: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Waste Assessment Model, Process Cycle Efficiency, lead time
